27 November 2010

Praktik. Praktek!

Minggu (14/11) saya ikut serta dalam program outing class salah satu lembaga pendidikan di Tangerang. Outing class, sesuai arti "terjun bebasnya" berarti di luar kelas, maksudnya belajar di luar kelas. Karena lembaga pendidikan ini mengkhususkan diri dalam keterampilan berbahasa Inggris, maka outing class digunakan untuk mengasah keterampilan berbahasa aktif dan menambah pengalaman dalam berbicara langsung dengan native speaker.

Keikutsertaan saya di acara ini adalah memandu sebuah kelompok yang terdiri dari 14 siswa/i tingkat SD. Mereka super duper aktif! Lari-larian, teriak-teriak manggil-manggil turis, dan minta jajan. hedeuh -___-.

oke, saya gak akan menceritakan tingkah anak-anak terlalu jauh, karena memang seperti itulah ciri khas anak-anak.

Sesuai instruksi sang manajer, para pembimbing harus mengajak kelompoknya untuk hunting turis luar alias bule (bukan Bulek bojone Paklek ;p) dan berbicara dengan mereka.

Sebelumnya para siswa telah dibekali dengan sebuah buku kecil yang berisi pertanyaan sederhana, seperti "What's your name?", "How are you?", and "What is your favorite colour?".

Oiya, outing class kali ini mengambil tempat di Kota Tua Jakarta, tepatnya di Museum Fatahillah. Kebetulan di hari Minggu banyak wisatawan domestik dan mancanegara.

Setelah sekian lama berkeliling museum, akhirnya kami bertemu dengan sepasang bule yang kira-kira berumur 50 tahun. Percakapan dimulai dengan basa-basi khas Indonesia. Dan sebagai pembimbing, saya didaulat untuk membuka percakapan dengan mereka. Jujur saya gagap dengan bahasa Inggris saya.

Sempat bingung harus ngomong apa, yang ada di benak saya hanya "Assalammu'alaikum". Hahai, padahal kan belum tentu mereka Muslim. Akhirnya dibantu oleh Abang saya, dibukalah percakapan itu.

Turis yang saya temui berasal dari Itali dan dia ngakunya kurang bisa berbahasa Inggris. Tapi waktu dia ngomong, lumayan bagus bahasanya, cuma memang gak terlalu kayak Cinca LAura gitcyu deyh :p.

Dan kembali karena kegagapan saya dalam hal 'speaking', ketika mereka bicara saya hanya manggut-manggut dan malah spontan terucap kata "inggih" waktu si Bule bertanya.

Oh sungguh terlalu..

Saya merasa malu karena saya tidak berbicara empat mata. Di belakang saya ada sekitaran 20 orang siswa yang antusias mendengarkan pembicaraan saya dan si Bule.

Okelah saya menyadari bahwa saya memang harus terus belajar dan terus berpraktik.

percuma belajar bahasa Inggris dari TK sampai perguruan tinggi, percuma skor TOEFL tinggi, kalau tidak pernah dipraktikkan.

Jadi terngiang-ngiang pesan Bu Us,"KAlau gak sekarang Anda mempraktikkan apa yang Anda pelajari, lalu kapan lagi?"

Keingetan juga pesannya Bu Zulfa,"HArus memaksa diri supaya bisa berbahasa asing. Anda harus keluar dari zona nyaman!"

So, mari kita sama-sama mempraktikkan bahasa yang kita pelajari. Karena kebetulan kita kuliah di Jurusan Sastra Asia Barat, mari ber-cas cis cus dengan bahasa Arab. Supaya nanti gak gagap kalau ditanya malaikat! :p

@Senja Utama mengejar Kuliah Terjemah..

21.05

30 Oktober 2010

Bersyukurlah!

Pagi menjelang siang di kos, beberapa teman kos ngumpul menikmati libur kuliah.

sambil nonton tivi, sambil ngemil, dan sambil ngobrol-ngobrol khas cewek.

aku?

di kamar lagi siap-siap buat rapat di Balairung *sok sibuk.

percakapan teman-teman sempat terdengar dari kamar.

"kalo mbak F mah kulitnya putih ya. kalo si "bla bla" mah kulitnya kuning," kata anak kos termuda.

"duh, mukaku nih sering jerawatan, aku udah pake segala macam obat tapi gak mempan," timpal si mbak F.

"kayaknya kamu gemukkan ya?" anak kos tertua berbicara.

"ah masa? syukur deh, aku pengen gemuk," lagi-lagi mengomentari si F.

"kalau mbak N mah gak mau dibilang gendut, dia bakal bersyukur kalo dibilang kurusan," si mbak F mengomentari "rivalnya" si mbak N.

dan percakapan singkat itupun usai karena gerimis turun. *mo angkat jemuran.

haha..

sekilas percakapan itu terlihat dan terdengar biasa. saling mengagumi dan merutuki fisik adalah hal yang wajar buat kaum hawa. entahlah bagaimana di dunia kaum adam.

yang saya petik dari obrolan mereka adalah, bahwa apapun bentuk tubuhmu, gemuk-kurus, tinggi-pendek, hitam-putih, jerawatan-mulus, ideal-lebar, SYUKURILAH!

itulah karunia Allah, karena masih banyak di luar sana orang-orang yang punya penyakit, orang yang (maaf) kurang normal, mungkin bermasalah dengan fungsi anggota tubuhnya. Na'udzubillah..

teringat prinsip saya waktu masih kecil, "Biarin aja jelek, yang penting sehat!"

24 Oktober 2010

Terima Kasih :)

terima kasih.

telah bersedia menjadi sahabatku.

terima kasih.

bersedia mendengarkan celotehan-celotehan gak penting dariku.

terima kasih.

rela menyediakan telinga hanya untuk menampung komentar-komentar dariku tentang apa yang kulihat, kudengar, dan kurasa.

terima kasih.

selalu menjadi alarm paling setia, kala aku 'keluar dari jalur'

terima kasih.

selalu tersenyum saat aku mulai ngledek hal-hal yang harusnya tidak untuk diledek.

terima kasih.

selalu berbagi semua hal, entahlah, sudah semua atau hanya sebagian.

terima kasih.

selalu menjadi orang yang paling setia di sisiku, walaupun aku pernah "lupa punya sahabat".

terima kasih.

kata Nika,

Frasa 'terimakasih' memberi energi positif secara dua arah. Kepada orang yang mengucapkannya dan kepada orang yang mendengarnya.

okelah sahabat,

semoga kita selalu bisa memberi berbagai energi positif kepada semua orang.

*catatan kacau, kala hati suntuk.. karena KALIAN lah obat dari kesuntukan itu.. :)

30 November 2009

Jogjakarta


Jogja, aq bukan orang Jogja.
aq juga gk lahir disini.
Jogja, sekarang aq tinggal di kota ini untuk menuntut ilmu di universitas tertua di Indonesia dengan predikat World Class University, Universitas Gadjah Mada.


Jogja punya banyak kenangan buatQ.
Sedari kecil, aq udah berangan-angan untuk bisa belajar disini. Mulanya, aq mau nerusin SMA di Jogja, tapi orangtua belum mengizinkan. Alhamdulillah, UM membawaQ untuk bisa kuliah di Jurusan Sastra Arab. Dunia yang belum pernah kukenal sebelumnya.

Jogja yang ramah, jogja yang indah selalu bikin aq kangen terus.
Lesehannya, seniman jalanannya.
Malioboro, Parangtritis.
Gak tau kenapa tempat2 itu udah sering aq kunjungi tapi gk pernah bosan.
Seolah-olah ada hal yang bikin aq tertarik untuk datang lagi sekedar jalan2..

06 Juni 2009

KEISTIMEWAAN BAHASA ARAB

Beberapa keistimewaan tersebut di antaranya :
[1] Bahasa Arab adalah satu-satunya bahasa yang mampu melukiskan wahyu Ilahi secara sempurna dengan sefasih-fasihnya kalam dan seindah-indahnya susunan. Begitu indahnya bahasa Arab Al-Quran sampai ahli sastra Arab di zamannya tidak bisa mendefinisikannya. Kata bahasa Arab mempunyai tashrif (perubahan) yang amat luas. Satu kata akar bisa melahirkan 3000 kosa kata baru dan satu tema bisa diungkapkan oleh lebih dari 10 kata dan setiap kata bisa diungkapkan dalam bentuk asli atau kiasan. Sebagai contoh, bahasa arab mempunyai lebih dari 700 kata yang berbeda untuk seekor unta dengan berbagai kondisinya atau 200 kata untuk anjing.

[2] Kaidah-kaidah tatabahasa Arab sangat sempurna dan kuat. Kaidah-kaidah tersebut meliputi ilmu Shorof, Nahwu, Ma’ani, Bayan, Badi’, ‘Arudh, Qowafi, Matan Lugho, Qordhus Syi’ir dan lain-lain. Kesemuanya itu mempunyai fungsionalitas tertentu dan saling melengkapi. Kata bahasa Arab termasuk paling sehat dari penyakit kata-kata, seperti penyakit substraksi, addisi, ireguler dan perubahan bunyi.

[3] Bahasa arab termasuk bahasa tertua di dunia ini, bahkan lebih tua dan lebih kekal dari umur sejarah manusia di bumi berdasarkan pendapat ilmuwan yang menyebutkan bahwa bahasa Arab merupakan bahasa Nabi Adam a.s. ketika di surga dan menjadi cikal bakal bahasa-bahasa di dunia ini. Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam di awal bahkan menyebutkan bahasa Arab sebagai bahasa penduduk surga. Alih-alih punah seperti bahasa-bahasa tua dunia lainnya, bahasa Arab termasuk bahasa besar dan resmi di dunia modern saat ini.

[4] Bahasa Arab adalah bahasa persatuan umat Islam. Sebagai bahasa Al-Quran, bahasa Arab tidak diturunkan untuk satu kaum saja, tapi juga untuk semua kaum di dunia ini, karena bahasa Arab merefleksikan bahasa aqidah umat Islam yang penuh persaudaraan universal. Berbicara bahasa Arab membuat citra kuat status kemusliman seseorang di kalangan komunitas yang tidak berbahasa Arab. Sebagai orang bukan Arab, kita akan disambut layaknya seorang saudara di dalam komunitas bangsa Arab, dan dikagumi ketika kita mampu berbicara bahasa Arab klasik.

Sastra Arab dan Pembagian Periode Perkembangannya

Kata الأدب sendiri telah mengalami berbagai macam perubahan makna seiring berjalannya waktu dan bergantinya peradaban bangsa arab, dahulu kala kata الأدب bermakna undangan untuk makan. Pengertian Adab terus berubah hingga akhirnya menjadi sesuatu yang kita pahami saat ini.

Pengertian Adab

Adab memiliki dua makna ; makna khusus dan makna umum

Secara umum الأدب berarti berhias diri dengan akhlak yang luhur seperti jujur, amanah dsb, orang bijak mengatakan : أدبني ربي فأحسن تأديبي “Robbku telah mendidikku dengan sebaik-baiknya pendidikan.” Dalam definisinya, Al-Jurjani meletakkan Adab sebagai sesuatu yang setara dengan Ma’rifah yang mencegah pemiliknya dari terjerumus kedalam berbagai bentuk kesalahan.

Secara Khusus “Al-Adab” berarti :

الكلام الانشائي البليغ الذي يقصد به إلى التأ ثيرفي عواطف القراء والسامعين ، سواء كان شعرا أم نثرا

“Yaitu perkataan yang indah dan jelas, dimaksudkan untuk menyentuh jiwa mereka yang mengucapkan atau mendengarnya baik berupa syair maupun natsr atau prosa. “

1. Perkataan tersebut haruslah memenuhi beberapa persyaratan, yaitu :

2. Lafaznya haruslah mudah dan indah

3. Memiliki kedalaman makna

4. Menyentuh jiwa

Jenis-jenis Adab

1. Natsr atau prosa: yaitu ungkapan yang indah namun tidak memiliki wazan maupun qofiyah, seperti khotbah, surat, wasiat, perkataan hikmah, matsal, dan kisah.

2. Syair: yaitu ungkapan indah yang memiliki wazan maupun qofiyah, seperti :

تـعلم فليس المرء يولد عالما فليس أخو علم كـما هو جـاهل

وإن كبير القوم لا علم عنده صغير إذ التفت عليه المحا فل

Jenis-jenis syair seperti: deskripsi atau pemerian, pujian, ejekan, kedukaan, hikmah dsb.

Sejarah Adab

Ilmu sejarah adab merupakan suatu ilmu untuk mengetahui kondisi sastra di berbagai periode perkembangannya, baik dari segi kuat atau lemahnya maupun sedikit atau banyaknya. Melalui ilmu ini kita juga dapat mengetahui kehidupan para sastrawan, baik dari segi masa dimana ia hidup, tempat dan karya-karyanya.

Periode Perkembangan Adab

Periode perkembangan dalam sastra arab dibagi kedalam enam periode :

1. Periode Jahiliyah : Sejak dua abad atau satu setengah abad sebelum islam hingga masa dimana islam muncul.

2. Periode awal Islam : Sejak munculnya islam hingga berakhirnya kepemimpinan Khulafa’urrasyidin tahun 40 H.

3. Periode Daulah Umayyah : Sejak berdirinya Dinasti Umayyah tahun 40 H hingga masa keruntuhannya tahun 132 H.

4. Periode Daulah Abbasiyah : Sejak berdirinya Dinasti Abbasiyah tahun 132 H hingga masa keruntuhannya akibat serangan pasukan Tatar tahun 656 H.

5. Periode Keruntuhan: Periode ini dibagi dua fase yaitu sejak runtuhnya Dinasti Abbasiyah tahun 656 H dan ketika Dinasti Utsmaniyyah menguasai Kairo pada tahun 923 H dan berakhir hingga runtuhnya Dinasti Utsmaniyyah pada awal abad ketiga belas hijriah.

6. Era baru: Ditandai dengan munculnya gerakan-gerakan kebangkitan islam dibeberapa negara arab pada awal abad ketiga belas hijriah hingga saat ini.

SEKILAS BAHASA ARAB

Definisi bahasa Arab dapat ditinjau dari sisi bahasa dan istilah. Pengertian 'Arab' secara bahasa adalah gurun sahara, atau tanah tandus yang di dalamnya tidak ada air dan pohon yang tumbuh di atasnya. Adapun 'bahasa' adalah alat komunikasi yang digunakan manusia untuk saling berinteraksi dan berhubungan dengan berbagai motivasi dan keperluan yang mereka miliki. Secara istilah bahasa Arab adalah bahasa yang digunakan oleh sekelompok manusia yang berdomisili di atas Negeri Gurun Sahara, Jazirah Arabiyah.

Bahasa Arab merupakan bahasa Semitik dalam rumpun bahasa Afro-Asiatik yang telah dipergunakan di jazirah Arabia sejak
berabad-abad. Bahkan sebagian analisa menyebutkan bahasa Arab sudah ada sejak Nabi Adam a.s. Istilah 'Arab' muncul pertama kali dalam dokumen Assiria pada 853 S.M. Tulisan Arab yang kita kenal sekarang merupakan turunan dari tulisan Aramaik Nabatean yang telah digunakan sejak abad ke-4 S.M, namun dokumen tertua baru ditemukan pada 328 S.M di Nemara Syria. Bahasa Aramaik memiliki lebih sedikit konsonan dibandingkan bahasa Arab.

Bahasa Arab klasik merupakan bahasa formal yang dipergunakan di kawasan Hejaz sekitar abad ke-7 M yang ditandai dengan diturunkannya Kitab Suci Al-Quran yang menjadi acuannya. Pembakuan aturan tatabahasa Arab klasik (ilmu Nahwu) mulai dirintis oleh Abul Aswad Ad Duali atas nasehat Ali bin Abi Thalib dan kemudian dikembangkan oleh para ulama Kufah dan Basra di Irak pada masa kekhalifahan Dinasti Abbasiyah pada 9 M. Pada masa ini disusun pula Ilmu Balaghah yang mencakup ilmu Bayan, Ma'ani dan Badi' untuk menjelaskan keindahan susunan bahasa Al-Quran.

Selain itu terdapat bahasa Arab pergaulan (bahasa pasar, 'ammiyah) yang digunakan dalam percakapan sehari-hari masyarakat Arab. Bahasa Arab pergaulan sangat dipengaruhi oleh dialek region yang jauh menyimpang dari aturan tatabahasa Arab klasik sehingga sebenarnya boleh dikatakan bukan bahasa Arab lagi. Tercatat ada lebih dari 30 jenis bahasa Arab pergaulan, termasuk beberapa dialek terbesar, yakni Mesir, Aljazair, Maroko, Sudan, Saidi (Mesir), Levantin
Utara (Libanon Syria), Mesopotamia (Irak, Iran, Syria) dan Najdi (Arab Saudi, Irak, Yordania, Syria). Dialek Mesir merupakan dialek terkenal dan paling bisa dimengerti di dunia Arab karena popularitas film dan TV buatannya.

Saat ini bahasa Arab merupakan bahasa asli atau bahasa ibu bagi lebih dari 221 juta orang yang menetap di 35 negera: Afganistan,
Aljazair, Bahrain, Chad, Cyprus, Djibouti, Mesir, Eritrea, Iran, Iraq, Israel, Yordania, Kenya, Kuwait, Libanon, Libya, Mali, Mauritania, Moroko, Niger, Oman, Palestina, Qatar, Arab Saudi, Somalia, Sudan, Syria, Tajikistan, Tanzania, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, Uzbekistan dan Yemen. Sebagian dari mereka menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi negara. Di tingkat internasional, bahasa Arab telah diresmikan sebagai bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak januari 1974. Sebagai bahasa Al-Quran, bahasa Arab menjadi bahasa keagamaan bagi umat Islam di dunia yang jumlahnya lebih dari 1 milyar dan tersebar di 60 negara di dunia.

Bahasa Arab klasik telah bertahan untuk kurun waktu lebih dari 14 abad dan menyebar ke seluruh dunia mengikuti penyebaran Islam. Beberapa bahasa lain di dunia tercatat masih menjadikan tulisan Arab sebagai tulisannya, seperti Persia, Urdu, Pashto. Berkembangnya penjajahan Barat menjadi tulisan Arab ditinggalkan sebagian bahkan seluruhnya oleh beberapa bahasa, seperti Turki, Swahili, Hausa, Tamil dan Melayu.